Desak APH Usut Tuntas Laka lantas kurir miras dan kepemilikan puluhan botol mirasnya diduga milik Toko Anugrah.
Tulungagung Gayatrinews - Respons Kanit Laka Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, soal foto kecelakaan yang viral, yaitu kurir miras di Kelurahan Kepatihan, Tulungagung, Minggu (26/4/2026) sore. Viral di sosial media diduga kurir minuman keras (miras) mengalami kecelakaan di simpang empat, tepatnya di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Minggu (26/4/2026).
Namun saat kepolisian mengolah tempat kejadian perkara, Unit Kecelakaan Polres Tulungagung tidak menemukan barang bukti (BB) miras saat berada di tempat kejadian perkara (TKP).
“Yang jelas saat petugas datang, BB nihil, begitupun pecahan botol. Kami tanyakan saksi benar ada kecelakaan, tapi barang apa yang dibawa, belum ada kejelasan A1,” tegas Kanit Gakkum Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, Senin (27/4/2026).
Dalam kronologisnya, Gerry membenarkan bahwa ada kecelakaan tunggal di simpang empat Kelurahan Kepatihan, Minggu (26/4/2026), sekitar 15.30 WIB. Kecelakaan itu melibatkan kendaraan Scoopy nopol AG 6343 RDM dan CB 150 R nopol AG 5514 REM.
Menurut dia, pengendara Scoopy, inisial DA, 31, warga Dusun/Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru, dari arah Barat hendak ke Utara.
Sedangkan pengendara CB, inisial H, 27, warga Kelurahan Bago, dari arah Selatan menuju ke Utara.
“Pengendara Scoopy keluar gang ingin menyeberang, ada kendaraan Selatan ke Utara dengan kecamatan tinggi hingga tidak bisa menghindar,” ucapnya. Dalam olah TKP, kata Gerry, kecelakaan ini diduga dipicu pengendara Scoopy yang kurang memperhatikan kondisi lalu lintas saat mau menyebrang.
Pascaalami kecelakaan, lanjut dia, pengendara Scoopy mengalami luka benturan di kepala, sehingga ia harus mendapatkan perawatan medis.
“Korban (inisial DA) dilarikan ke RSUD dr Iskak, sempat mendapat perawatan medis di ruang yellow,” jelasnya. Dalam perkembangannya, kondisi inisial DA sudah berangsur pulih.
Di sisi lain, menurut Kanit Laka, kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Mereka pun telah sepakat untuk menanggung biaya perawatan dan kerusakan kendaraan sendiri.
“Kedua belah pihak sudah tidak ada tuntutan, kerusakan perawatan ditanggung masing-masing pengendara,” tambahnya.
Sementara itu, mengenai BB miras, Kanit Laka Ipda Gerry akan menindaklanjutinya dengan satuan Narkoba atas kepemilikan Miras ilegal tersebut.
Beberapa Tokoh agama dan masyarakat mendesak APH segera usut tuntas atas kepemilikan miras yang di bawa oleh kurir asal toko miras anugrah.
Kami mendesak APH berani ungkap Siapa pemilik miras sebanyak itu yang bawa oleh kurir miras tersebut, Jika ada indikasi pidana maka harus di proses hukum lebih lanjut," terang Gus Her tokoh agama di Tulungagung.
Hasil Investigasi mendalam kurir yang terlibat laka tersebut adalah salah satu karyawan Toko anugrah.Disinyalir karena mabuk akhirnya kurir miras anugrah alami laka lantas dengan kerugian jutaan rupiah setelah puluhan botol miras yang akan dikirim ke konsumennya hancur berantakan di jalan.
Anugrah adalah salah satu toko penyedia puluhan merek miras mulai bir, anggur hingga sekelas minuman import. Dalam sehari dari 6-7 kurirnya toko anugrah ini mampu hasilkan omset 6-8 juta per 1 hari / kurir miras.
Toko anugrah tersebar 3 titik di Ngunut, campur darat, dan Kota Tulungagung. Masing - masing toko ini sehari beromset jutaan rupiah. Dengan sistem COD dor to dor, penjualan miras Toko anugrah mampu kuasai 80 persen pasar miras di dunia hiburan malam wilayah Kota dan Ngunut serta campur darat.Bandung.
Kuatnya oprasi toko Anugrah ini tak lepas dari sejumlah atensi ke oknum narkoba nilainya bisa tembus jutaan / bulan, dan atensi sejumlah Ormas dan Media.
Dalam keterangannya via wa, salah satu admin anugrah mengatakan, untuk atensi ke media bisa langsung datang ke toko langsung.
Hingga berita ini diturunkan kasat Narkoba AKP Dian Anang Nugroho Tulungagung belum bisa dikonfirmasi. (Indra Widjaya)
Posting Komentar